Ikut Libatkan Orang Tua Mahasiswa, Ospek Unigoro 2018 Beda

Pelaksanaan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) Universitas Bojonegoro tahun 2018 telah rampung dilaksanakan pada Minggu (16/9) sore kemarin.

Kegiatan Ospek mulai dilaksanakan dengan breafing dan pembagian atribut yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unigoro pada Jum’at (14/9) lalu dan selanjutnya dilaksanakan upacara pembukaan Ospek yang dipimpin Rektor Universitas Bojonegoro, Slamet Kyswantoro, S.E, M.M, pada hari berikutnya.

Total ada 711 mahasiswa yang mengikuti pelaksanaan Ospek kali ini dan kegiatan Ospek Universitas Bojonegoro tahun ini juga berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Dra. Ida Swasanti, M.Si, ketua panitia Ospek Unigoro 2018 mengatakan hal yang menjadi pembeda dalam pelaksanaan Ospek kali ini salah satunya adalah dengan dilibatkannya orang tua dari para mahasiswa baru untuk datang dan menyaksikan lansung kondisi tempat perkuliahan di Universitas Bojonegoro.

Selain itu, undangan bagi para orang tua tersebut juga sebagai bentuk tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kepercayaan akan kualitas pendidikan yang diberikan oleh Unigoro.

“Harapan kita dengan diundangnya orang tua mahasiswa, mereka bisa lebih tahu tentang tempat perkuliahan putra/putrinya dan tentu untuk menumbuhkan rasa kepercayaan kepada Unigoro sebagai tempat menempuh pendidikan,” ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tersebut.

Ia juga menambahkan pada pelaksanaan tahun ini para mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti minimal 1 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan agar lebih jelas seluruh UKM di Unigoro difasilitasi untuk membuka stand selama pelaksanaan Ospek berlangsung.

Sementara itu, Ketua BEM Universitas Bojonegoro Handis Firmansyah menjelaskan, pelaksanaan Ospek yang dilakukan tahun ini juga lebih ditekankan tentang menumbuhkan kreatifitas dan kualitas, untuk itu pembekalan yang diberikan tidak terlalu formal.

“Kami melakukan pendekatan yang terarah dan tidak terlalu formal, karena penekanan Ospek kali ini bukan hanya tentang materi saja tapi lebih kepada menumbuhkan kreatifitas dan kualitas, untuk itu kami adakan outbond juga agar lebih fun,” tuturnya.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januwarso, S.Sos, M.Si, mengharapkan setelah pelaksanaan Ospek ini mahasiswa baru bisa lebih semangat untuk belajar di Unigoro dan menjadi mahasiswa yang kreatif, aktif dan mampu mewujudkan jargon “Kami Ada Untuk Indonesia”.

Dalam pelaksanaan Ospek Unigoro 2018 beberapa materi yang disampaikan diantaranya Sejarah dan Peran Yayasan Suyitno Bojonrgoro dalam Meningkatkan SDM di Bojonegoro, Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan yang diberikan oleh Kodim 0813, Camping Building oleh AKP Sujono dan Outbond. (humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *