LPPM Universitas Bojonegoro Gelar Desiminasi Hasil Penelitian Analisis Perubahan Suhu di Wilayah Kabupaten Bojonegoro

Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro hari ini, Kamis (26/7) menggelar desiminasi hasil penelitian analisis perubahan suhu di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Bertempat di Gedung Mayor Sogo, Unigoro, kegiatan ini dihadiri oleh 27 peserta undangan dari berbagai elemen, diantaranya beberapa SKPD Kabupaten Bojonegoro, DPRD, Pertamina, Exxon Mobil Cepu Limited, LSM, Media dan para pejabat struktural di Universitas Bojonegoro.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Bojonegoro, Slamet Kuswantoro, S.E, M.M, dan Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB), Arief Januwarso, S.Sos, M.Si.

Dalam sambutannya, Ketua YSB menyebutkan penelitian terkait analisis perubahan suhu yang dilakukan oleh Universitas Bojonegoro ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi para dosen di Unigoro.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan paparan terkait penelitian yang telah dilakukan dan disampaikan oleh ketua tim, Ir. Harjono, M.Si dengan didampingi oleh anggota tim lainnya yakni, Hery Mulyanti, S.Si, M.Sc, dan teknisi Ir. Zainuddin M.T, dan Joko Purwanto, A.Md.

Dalam pemaparannya dijelaskan penelitian ini dilakukan dengan tujuan yakni untuk membuktikan adanya perubahan suhu di Kabupaten Bojonegoro, dan menganalisis distribusi penyebaran panas yang ada.

“Kita juga ingin mengetahui apakah kenaikan suhu ini hanya terjadi di Bojonegoro ataukah merata di wilayah lain,” ungkapnya dalam paparan.

Pengolahan data menggunakan tiga metode, yaitu tren suhu regional Jawa bagian utara menggunakan metode Mann-Kendall (MK), analisis tren secara regional mengerucut pada analisis penginderaan jauh sistem thermal untuk mendapatkan sebaran titik api.

Titik api yang telah diidentifikasi menggunakan analisis satelit digunakan sebagai acuan pemilihan lokasi pemasangan detektor suhu.

Untuk memantau perubahan suhu, tim memasang alat pencatat suhu dalam kelembaban yang disebut Termohygro Data Logger yang merupakan hasil penemuan dari teknisi Universitas Bojonegoro, Joko Purwanto, A.Md.

Pemasangan alat ditempatkan di 5 titik, yakni di Kecamatan Baureno, Dander, Ngasem, Gayam dan di area Kampus Universitas Bojonegoro dan dianalisis secara bertahap, secara keseluruhan penelitian ini memakan waktu hampir 4 bulan.

“Rata-rata suhu di Bojonegoro berada di kisaran 36,65 derajat celsius, yang tertinggi ada di Kecamatan Ngasem dengan rataan 38 derajat,” kata Joko, menjelaskan.

Selain itu, diketahui juga bahwa kenaikan suhu di Bojonegoro mulai terjadi sejak tahun 2010 lalu, dengan banyak faktor yang menjadi penyebabnya, diantaranya adalah minimnya vegetasi dan dampak perubahan iklim global.

Laily Agustina Rahmawati, S.Si, M.Sc, selaku ketua LPPM Universitas Bojonegoro menjelaskan pentingnya mengetahui perubahan suhu ini diantaranya karena mayoritas masyarakat Bojonegoro adalah petani.

“Kenapa permasalahan suhu ini penting, karena masyarakat kita mayoritas bekerja sebagai petani, perubahan suhu ini dapat berdampak pada pertanian dan kenyamanan masyarakat sendiri,” tuturnya.

Dalam diskusi tanya jawab yang dilakukan, rata-rata para peserta mengapresiasi penelitian yang dilakukan oleh oleh Universitas Bojonegoro. Terutama dari kalangan SKPD seperti Dinas Pertanian, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Bappeda Bojonegoro, yang berharap agar penelitian seperti ini dapat terus dilakukan, dan agar dapat digunakan sebagai acuan penyelesaian permasalahan yang ada di pemerintahan agar bisa diterapkan di masyarakat.

Selain itu, tim juga mendapatkan masukan untuk mengembangkan dan menambah variabel dari penelitian yang dilakukan. Dalam desiminasi yang dilakukan hari ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dra. Nurul Azizah, MM, dan Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Drs. Hanafi, MM. (liq)

414 Mahasiswa Universitas Bojonegoro Mengikuti KKN Tematik 2018

Universitas Bojonegoro pada Sabtu, (4/8) pagi tadi menggelar upacara pemberangkatan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tahun 2018.

Pemberangkatan diikuti oleh total 414 peserta yang dibagi menjadi 9 kelompok dan akan menjalani KKN di 9 kecamatan yang ada di Bojonegoro.

Upacara pemberangkatan dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Bojonegoro, Slamet Kyswantoro, SE, MM, dan dihadiri oleh seluruh pejabat di lingkup Universitas Bojonegoro.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro, Laily Agustina Rahmawati, S.Si, M.Sc, dalam menyampaikan laporannya mengharapkan para peserta KKN dapat membawa nama baik Universitas Bojonegoro saat terjun ke masyarakat, selain itu juga dapat melaksanakan program yang direncanakan dengan baik.

“Saya berharap kepada seluruh peserta KKN, saat sudah berada di tengah-tengah masyarakat dapat menjaga nama baik almamater dan dapat melaksanakan program yang telah dicanangkan dengan baik,” ujar dosen Fakultas Pertanian tersebut.

Dalam KKN Tematik tahun ini, Universitas Bojonegoro mengusung tema “Optimalisasi Potensi Lokal dalam Mewujudkan Bojonegoro Berkelanjutan”.

Sementara itu, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB), Arief Januwarso, S.Sos, M.Si, menjelaskan, dengan tema KKN tahun ini yang mengusung optimalisasi potensi lokal terutama potensi desa yang menjadi lokasi KKN, kehadiran mahasiswa Unigoro dengan program yang telah diusung dapat diterapkan dan membawa dampak nyata bagi perkembangan desa.

“Dengan tema besar optimalisasi potensi lokal ini, kami mengharapkan ada dampak nyata yang bisa diwujudkan dari program mahasiswa peserta KKN, misalnya di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, ada potensi wisata yang akan dioptimalkan agar bisa menarik minat wisatawan dan berimbas pada pendapatan desa,” terangnya.

Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik ini akan berlangsung selama 1 bulan dan masing-masing kelompok akan didampingi oleh 2 orang dosen pendamping. (humas)

Penampilan Mempesona Nufi Wardhana di Malam Puncak Diesnatalis Unigoro ke-37

Malam puncak Diesnatalis ke-37 Universitas Bojonegoro pada Sabtu (12/5) malam kemarin berlangsung meriah. Acara yang dipusatkan di halaman depan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unigoro tersebut dihadiri oleh ribuan orang yang menantikan kehadiran bintang tamu acara puncak, yaitu penyanyi Nufi Wardhana.

Kehadiran penyanyi asal Yogyakarta tersebut memang menjadi magnet tersendiri bagi para penonton yang merupakan mahasiswa dan juga masyarakat umum.

Selama kegiatan, para penonton tak henti berteriak dan ikut bernyanyi bersama dengan penyanyi yang mengusung Music for Healing tersebut.

Lagu Indonesia Pusaka membuka penampilan Nufi Wardhana yang tampil mempesona dengan diikuti oleh para penonton dan keluarga besar Universitas Bojonegoro yang turut hadir malam kemarin.

Sebelum penampilan Nufi, Rektor Universitas Bojonegoro Slamet Kyswantoro, SE., MM., dan Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januarso, S.Sos., M.Si., terlebih dahulu memberikan sambutan dan harapan di Diesnatalis Universitas Bojonegoro yang ke-37 ini.

“Saya berharap Universitas Bojonegoro akan semakin maju dan meningkatkan kualitas lulusannya agar dapat menjadi manfaat yang besar bagi masyarakat, kami ada untuk Indonesia,” ujar Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro.

Ia menambahkan, acara malam puncak Diesnatalis Universitas Bojonegoro pada tahun ini merupakan yang paling meriah yang pernah dilakukan di Unigoro.

Letusan kembang api selanjutnya menutup sambutan yang diberikan oleh rektor dan ketua yayasan yang dilanjutkan dengan penampilan dari Nufi Wardhana.

Penyanyi yang mulai dikenal luas melalui YouTube tersebut membawakan beberapa lagu seperti, Dan (Sheila On 7), Kangen, Risalah Hati (Dewa 19) dan Sampai Jumpa (Endang Soekamti) yang secara serentak diikuti oleh para penonton.

Ciri khas Nufi yang sering memberikan motivasi dan pesan-pesan saat jeda lagu membuat suasana semakin seru dan tampak menghibur para penonton yang hadir.

Lagu Sampai Jumpa menjadi penutup dalam malam puncak Diesnatalis Unigoro ke-37. Tak hanya menampilkan Nufi Wardhana, di awal acara malam puncak Diesnatalis, UKM Kesenian dan Pencak Silat Unigoro juga turut menunjukkan bakatnya dengan menampilkan tari dan seni bela diri. (humas)

Handis Firmansyah, Presiden BEM Unigoro 2018-2019

Pada Kamis (7/6/2018), pukul 00.15 WIB, calon Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bojonegoro nomor urut dua, Handis Firmansyah, terpilih sebagai Presiden BEM pada Pemilu Raya (Pemira) mahasiswa Universitas Bojonegoro periode 2018-2019.

Mahasiswa semester 4 prodi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu memeroleh 586 suara, mengalahkan Frendy Pratama yang memperoleh 585 suara alias hanya unggul satu suara.

Proses pemilihan berlangsung cukup lama. Pemungutan suara dimulai pukul 11.00, tepat setelah Ujian Akhir Semester (UAS). Pemilihan Presiden BEM dilakukan oleh panitia Pemira pada semua fakultas. Cara pemilihan, semua mahasiswa diberi kartu suara yang terdapat foto kedua calon yang nantinya dapat dicoblos atau dicentang.

Pada tahap akhir, perhitungan surat suara dilaksanakan di Gedung Mayor Sogo Lt. 02 Universitas Bojonegoro. Turut hadir dan menyaksikan, Arif Januwarso selaku Ketua YSB (Yayasan Suyitno Bojonegoro), dan jajaran petinggi Unigoro, di antaranya Didiek Wahyu Indarta, H. Yasir, serta beberapa mahasiswa Unigoro.

“Perasaan saya sangat luar biasa dan amat bahagia sekali. Pertama, momen ini adalah sebuah kado terindah untuk saya karena terpilih menjadi Presiden BEM di bulan suci Ramadhan bulan yang diharap-harapkan oleh seluruh umat manusia. Kedua, bulan ini adalah bulan yang sangat menginspirasi saya karena bertepatan dengan bulan Bung Karno (Ir. Soekarno),” kata Handis Firmansyah, saat memberikan sambutan sesaat setelah terpilih.

Dengan terpilihnya Handis Firmansyah sebagai Presiden BEM Unigoro, diharapkan akan membawa perbaikan dan perubahan. Khususnya dalam tata kelola organisasi mahasiswa intra kampus, khususnya di Universitas Bojonegoro, sehingga menjadi lebih baik dan berkualitas.

Serta, mampu mendorong mahasiswa Universitas Bojonegoro mempunyai intelektual yang tinggi dalam bidang internal maupun eksternal kampus. Serta, menunjang SDM mahasiswa agar dapat bertarung di dunia luar nantinya selepas menjadi sarjana atau yang diharapkannya. (Khaa/postBEMU)

Tingkatkan Kualitas Dosen, Universitas Bojonegoro Adakan Pelatihan Penyusunan JAFA

Sebanyak 40 dosen di Universitas Bojonegoro mengikuti pelatihan penyusunan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) hasil kerjasama Unigoro bersama Kopertis Wilayah VII Jawa Timur, pada Selasa (10/7) siang kemarin.

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Mayor Sogo, Kampus Universitas Bojonegoro ini akan berlangsung selama 2 kali, yakni pada Selasa 10 Juli dan Jum’at 13 Juli mendatang.

Pelatihan pada hari pertama mendatangkan narasumber Dr. Widyo Winarso, M.Si., R. Petrus Subekti, M.Si., serta V. Tohari, S.Sos., dari tim Kopertis Wilayah VII Jawa Timur.

Tema yang diambil dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan adalah terntang mekanisme dan persyaratan usulan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) sistem online, yang diperuntukkan bagi dosen muda dan dosen baru di Universitas Bojonegoro.

Acara dibuka oleh Rektor Universitas Bojonegoro, Slamet Kyswantoro, SE., MM., dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB), Arief Januwarso, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, ketua YSB menyampaikan tentang visi dan misi ke depan Universitas Bojonegoro, terutama dalam membentuk kualitas sumber daya manusianya, untuk menciptakan kualitas lulusan yang dapat bersaing di tingkat nasional.

“Saat ini Unigoro fokusnya sudah bukan lagi pada pembangunan fisik, tapi kami kini kosentrasi pada peningkatan SDM. Harapan saya jika para dosen muda ini sudah memiliki kualitas yang baik, tentu akan berdampak pada kualitas lulusan Unigoro yang memiliki daya saing di level nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan memiliki JAFA, secara otomatis akan para dosen muda di Universitas Bojonegoro baru akan diakui sebagai dosen, untuk itu dalam pelatihan ini Mas Arief –sapaan akrab ketua YSB– mengharapkan, para narasumber dari Kopertis Wilayah VII Jawa Timur dapat memberikan motivasi bagi para dosen agar bisa berkembang dan meningkatkan kapasitas diri.

“Saya yakin ke depan mahasiswa Unigoro dapat bersaing di tingkat nasional, seperti jargon Unigoro, Kami Ada untuk Indonesia,” pungkasnya.

Acara pada hari pertama berlangsung dengan lancar hingga sore hari, dan akan kembali dilanjutkan pada Jum’at mendatang dengan narasumber dan materi yang berbeda. (humas)

Acara Halal Bihalal dan Do’a Bersama Universitas Bojonegoro

Universitas Bojonegoro pada Rabu (11/7) sore kemarin mengadakan halal bihalal 1 Syawal 1439 H dan do’a bersama yang dihadiri oleh keluarga besar Unigoro.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Pusat Universitas Bojonegoro dengan mendatangkan KH. Sochib So’im, pengasuh Ponpes Alamanah, Dander, sebagai pembicara sekaligus memberikan tausiyah.

Dalam halal bihalal kali ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januwarso, S.Sos, M.Si., Rektor Unigoro, Slamet Kyswantoro, SE., MM., serta seluruh dosen beserta staf di Unigoro.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh masing-masing Unit Kegiatan Mahasiswa, BEM Fakultas dan BEM Universitas Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Ketua YSB Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., mengucapkan terima kasih kepada semua insan kampus atas dedikasinya selama ini untuk memajukan Unigoro. Diharapkan, kerja sama ini terus ditingkatkan demi kebaikan dan kemajuan Unigoro.

Mas Ayik, sapaan akrabnya, juga mengajak semua pihak untuk menghormati, sekaligus juga meneruskan jejak perjuangan para pendiri dalam membangun Unigoro dengan keikhlasan dan kebersamaan demi kemaslahatan umat.

”Marilah teladan yang baik dari pendahulu kita ini kita teruskan,” katanya.

Ketua YSB juga mengharapkan, dengan tetap kompak dan adanya rasa kebersamaan yang kuat dapat menjadi kekuatan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Universitas Bojonegoro.

“Alhamdulillah kita bisa melaksanakan kegiatan ini, tentu kita berharap dengan acara ini bisa mempererat tali silaturahmi antar sesama keluarga besar Universitas Bojonegoro,” ujar Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro.

Sementara itu KH. Sochib So’im, selaku pembicara mengatakan, halalbihalal ini sebagai bentuk syukur atas kesuksesan Unigoro selama ini, sekaligus sebagai wadah kebersamaan dan kehangatan dalam bingkai silaturahmi.

Acara halal bihalal selanjutnya diakhiri dengan ramah tamah menyantap hidangan yang telah disediakan. (Bulan)

Duta Kampus Universitas Bojonegoro Adakan Fun and Gathering di CFD

Mempromosikan kampus adalah salah satu upaya untuk menjaga eksistensi kampus, hal ini juga dilakukan oleh Duta Kampus Universitas Bojonegoro pada kegiatan Car Free Day di Alun-alun Bojonegoro, Minggu (5/8/2018) pagi kemarin.

Kegiatan yang bertema “Fun and Gathering With Duta Kampus” ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang Universitas Bojonegoro, juga dalam acara tersebut dilakukan kegiatan bagi-bagi bibit tanaman.

Dalam kegiatan ini juga diikuti oleh anggota dari beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di Unigoro, diantaranya adalah UKM Kependudukan dan UKM Kesenian yang turut memberikan hiburan musik akustik.

Selain itu, hadir pula Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian bersama dengan Himpunan Mahasiswa Agribisnis yang masih rutin menjual produk pertanian dalam olahan Bubur Kacang Ijo dan Ketan Ireng (Jokir).

Para Duta Kampus dan anggota UKM menyapa dan berbagi informasi kepada masyarakat Bojonegoro, mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua yang sedang menikmati weekend bersama.

“Alhamdulillah kami mendapat respon baik dari masyarakat Bojonegoro, kami melakukan interaksi dan sosialisasi kepada masyarakat Bojonegoro yang sedang menikmati CFD, mulai dari pengenalan UKM yang ada di unigoro, adanya prodi baru, prestasi mahasiswa, dan semua hal yang berkaitan dengan kampus. Saya harap semoga kegiatan ini dapat mempengaruhi jumlah pendaftar mahasiswa baru di gelombang 2,” ujar Yalva selaku Duta Kampus Putra 2018.

Sementara itu, Putri Firdiana yang merupakan salah satu Duta Kampus Putri 2018 mengharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat membuat Universitas Bojonegoro yang kini terus meningkatkan kualitasnya supaya lebih dikenal oleh masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini semoga masyarakat Bojonegoro dapat mengetahui lebih dalam tentang kampus kami, dan semoga mereka menjadi bangga bahwasanya di Bojonegoro ini terdapat Perguruan Tinggi yang terakreditasi serta berkualitas dari segi bangunan maupun sumber daya mahasiswanya,” ungkap mahasiswi Fakultas Hukum tersebut.

Promosi kampus Universitas Bojonegoro tidak hanya melalui media sosial atau media cetak saja, namun juga melalui promosi secara langsung atau dengan bertatap muka kepada masyarakat, dengan tujuan agar Unigoro tetap eksis dan menjadi kampus favorit di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya. (FN)

Ikut Libatkan Orang Tua Mahasiswa, Ospek Unigoro 2018 Beda

Pelaksanaan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) Universitas Bojonegoro tahun 2018 telah rampung dilaksanakan pada Minggu (16/9) sore kemarin.

Kegiatan Ospek mulai dilaksanakan dengan breafing dan pembagian atribut yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unigoro pada Jum’at (14/9) lalu dan selanjutnya dilaksanakan upacara pembukaan Ospek yang dipimpin Rektor Universitas Bojonegoro, Slamet Kyswantoro, S.E, M.M, pada hari berikutnya.

Total ada 711 mahasiswa yang mengikuti pelaksanaan Ospek kali ini dan kegiatan Ospek Universitas Bojonegoro tahun ini juga berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Dra. Ida Swasanti, M.Si, ketua panitia Ospek Unigoro 2018 mengatakan hal yang menjadi pembeda dalam pelaksanaan Ospek kali ini salah satunya adalah dengan dilibatkannya orang tua dari para mahasiswa baru untuk datang dan menyaksikan lansung kondisi tempat perkuliahan di Universitas Bojonegoro.

Selain itu, undangan bagi para orang tua tersebut juga sebagai bentuk tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kepercayaan akan kualitas pendidikan yang diberikan oleh Unigoro.

“Harapan kita dengan diundangnya orang tua mahasiswa, mereka bisa lebih tahu tentang tempat perkuliahan putra/putrinya dan tentu untuk menumbuhkan rasa kepercayaan kepada Unigoro sebagai tempat menempuh pendidikan,” ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tersebut.

Ia juga menambahkan pada pelaksanaan tahun ini para mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti minimal 1 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan agar lebih jelas seluruh UKM di Unigoro difasilitasi untuk membuka stand selama pelaksanaan Ospek berlangsung.

Sementara itu, Ketua BEM Universitas Bojonegoro Handis Firmansyah menjelaskan, pelaksanaan Ospek yang dilakukan tahun ini juga lebih ditekankan tentang menumbuhkan kreatifitas dan kualitas, untuk itu pembekalan yang diberikan tidak terlalu formal.

“Kami melakukan pendekatan yang terarah dan tidak terlalu formal, karena penekanan Ospek kali ini bukan hanya tentang materi saja tapi lebih kepada menumbuhkan kreatifitas dan kualitas, untuk itu kami adakan outbond juga agar lebih fun,” tuturnya.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januwarso, S.Sos, M.Si, mengharapkan setelah pelaksanaan Ospek ini mahasiswa baru bisa lebih semangat untuk belajar di Unigoro dan menjadi mahasiswa yang kreatif, aktif dan mampu mewujudkan jargon “Kami Ada Untuk Indonesia”.

Dalam pelaksanaan Ospek Unigoro 2018 beberapa materi yang disampaikan diantaranya Sejarah dan Peran Yayasan Suyitno Bojonrgoro dalam Meningkatkan SDM di Bojonegoro, Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan yang diberikan oleh Kodim 0813, Camping Building oleh AKP Sujono dan Outbond. (humas)